Onthemohen?? Kalau dilhat-lihat namanya aneh juga yah? ‘Onthemohen’? Sebanarnya ini nama makanan. Lebih tepatnya sebuah trade marked sebuah produk sate kelapa kaki lima yang ada di Surabaya, Jl.Walikota Mustajab.

Sate kelapa Onthemohen

Ceritanya tadi pagi aku dan Vicky, sahabatku berangkat pagi-pagi dari rumah buat hunting foto. Temanya sih tentang lingkungan. Kita harus mencari lingkungan kumuh dan lingkuangan yang bersih. Berangkat kurang lebih jam 6.30 pagi dan kami langsung memburu tempat mana yang kumuh yang cocok untuk diabadikan, karena sebenarnya ini tugas! :D

Kami cari di beberapa tempat. Berkeliling hingga tak terasa sudah menghabiskan waktu 2 jam. Dan ternyata Vicky belum sarapan? Ya ya ya… akhirnya kita mencari makanan dan idenya cukup bagus untuk mengunjungai Sate kelapa Onthemohen. hehehe.

Pertamakali kita mendarat di tempat tujuan, yang langsung muncul di benak kami adalah, “wikk? rame cing! kalo kaya gini gimana cara peseninnya?” Tapi dengan tabah kami hadapi lautan manusia didepan kami untuk hidangan yang kami tunggu. Ransel kamera yang berat, yang sejak tadi kubawa sudah mulai membuat punggungku tidak nyaman. Okey, itu tas emang mahal, tapi ingat, ‘semahal-mahalnya tas kalo isinya berat, cepat lambat bikin g nyaman,” ya khan? :)

antre

Ekspresi kami sudah melas… Sekitar 20 menit kami antri menunggu. Dan… Akhirnya… :D HIDANGAN SIAP!

Wah, senangnya. :D namun kami menemui masalah kedua, DUDUK DIMANA NIH…?

Yah… terpaksa deh kami gabung dengan meja pembeli yang lain. Meski ngak bebas, tapi ngak papa deh. Yang penting makan. :D

Dan rasanya ngak mengecewakan! Mak nyuss tenan! rasa kacangnya pas banget dan kecapnya sedang. Sehingga ngak merusak cita rasa kasangnya sendiri. Dan dagingnya ngak terlalu empuk ataupun keras. Kalau Pak Bondan bilangnya, “kenyal” hehehe. Ditambah kelapa yang ikut dibakar semakin membuat gurih daging yang sudah diresapi bumbu-bumbu racikan ala Onthemohen.

Kami menyantapnya dibawah pohon yang besar diantara meja-meja yang dikerubuti manusia. Kami memesan 20 Sate kelapa dan 10 tusuk sate campur (sum-sum, iga, usus, sapi, dan kambing). Dan tak lupa, minumnya kami memesan teh botol dingin yang ngak ribet-ribet amat deh pokoknya. hehehe.

Selagi aku makan, selagi juga aku lihat-lihat sekeliling, aku menemukan sesuatu yang ‘konyol’… hehehe. Aku menemukan sebuah beberapa notice di beberapa sudut tempat para membeli bisa menyantap hidangannya.

notice

TOLONG JANGAN LUPA KERUPUK SAMA MINUM BAYARNYA DIWARUNG BUKAN DI IBU SATE TERIMAKASIH

Hahahaha. :D Notice itu nampaknya aneh banget! Brarti selama ini banyak yang salah bayar donk? Atau mungkin pembeli salah bayar tapi pelayannya meng’iya’i saja? itung-itung nambah bathi gitu? hehehe. Ya aku ngak tau tepatnya juga sih. Sudahlah,tak perlu berburuk sangaka. :) Biarlah itu urusan mereka yang penting para pembeli tahu dan mentaatinya.

Pokoknya, Overall, Wenak tenan!!! Ngak kecewa deh lama-lama nunggu , antre, dan duduk gabung sama pembeli lainnya. Karena rasa yang didapat setara dengan perjuangannya. :D Tapi bagi yang ingin menikmati hidangan disini, ehm… kayaknya harus merogoh dompet agak dalam. disini tidak murah, namun cukup.

sembako naik, om, tante, pak, buk…! hehehe. :D